Categories
Penyakit Sipilis

Antibiotik Untuk Penderita Sipilis Selama Kehamilan

Sipilis dapat secara serius menyulitkan kehamilan dan mengakibatkan aborsi spontan, lahir mati, hidrops non-imun, pembatasan pertumbuhan intrauterine, dan kematian perinatal, serta sekuele serius pada anak-anak yang terinfeksi HIV. Sementara pengobatan yang tepat pada wanita hamil sering mencegah komplikasi tersebut, pencegah utama adalah ketidakmampuan untuk mengidentifikasi wanita yang terinfeksi dan membuat mereka menjalani perawatan. Skrining pada trimester pertama dengan tes non-treponemal seperti tes laboratorium reagen plasma cepat (RPR) atau laboratorium penelitian penyakit kelamin (VDRL) dikombinasikan dengan konfirmasi individu reaktif dengan tes treponemal seperti uji antibodi treponemal fluoresen antibodi (FTA-ABS) strategi hemat biaya. Mereka yang berisiko harus diuji ulang pada trimester ketiga. Pengobatan selama kehamilan harus dengan penisilin. Dalam menentukan rejimen penisilin, dokter harus mempertimbangkan tahap infeksi ibu dan status HIV ibu.

Antibiotik Untuk Mengobati Penyakit Sipilis

Pasien yang alergi terhadap penisilin harus mengalami desensitis sebelum melakukan perawatan. Meskipun ada pengobatan yang tepat, sebanyak 14% akan mengalami kematian janin atau melahirkan bayi yang terinfeksi. Pengobatan selanjutnya dapat dipersulit oleh reaksi Jarich-Herxheimer, respons alergi yang kompleks terhadap antigen yang dilepaskan dari mikroorganisme mati, yang dapat menyebabkan gawat janin dan kontraksi uterus. Berkat strategi intervensi yang efektif dan penisilin yang murah, Sipilis jarang mempersulit kehamilan di dunia Barat saat ini. Di belahan dunia di mana penyakit menular seksual tradisional belum terkontrol, besarnya masalah yang terkait dengan Sipilis selama kehamilan mengingatkan pada yang dihadapi Barat pada awal 1900-an.

Daftar Antibiotik Obat Sipilis di Apotik

Berikut ini kami berikan rekomendasi 4 obat antibiotik sipilis terbaik yang bisa Anda gunakan, sebelum menggunakan obat – obatan di bawah ini ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis penyakit kelamin agar mendapat jenis obat dan anjuran dosis yang paling tepat.

1. Ampicillin

Ampicillin adalah kelompok obat antibiotik sipilis atau gonore dari jenis penisilin yang sering di gunakan untuk mengobati sipilis. Ampicillin hanya berfungsi mengatasi infeksi akibat bakteri namun tidak bisa melawan infeksi yang disebabkan oleh virus.

Komposisi : Tiap tablet mengandung Ampisilina Trihidrat yang setara dengan Ampisilina Anhidrat 500 mg.
Indikasi : Infeksi saluran kemih dan kelamin, seperti gonore (tanpa komplikasi), pielonefritis, uretritis, sistitis. Infeksi saluran pernafasan seperti pneumonia faringitis, laryngitis, bronkitis. Infeksi saluran pencernaan, seperti shigellosis, salmonellosis. Septikemia, meningitis. Infeksi kulit dan jaringan kulit.

Dosis : Pengobatan infeksi saluran pernafasan : 250–500 mg setiap 6 jam. Pengobatan infeksi saluran kemih dan kelamin : 500 mg setiap 6 jam. Khusus untuk anak dengan bobot badan 20 kg atau kurang : 50–100 mg/kg BB sehari yang diberikan dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Dosis di naikkan apabila infeksi berada pada tingkatan yang lebih parah.

Penyajian : Harus di berikan setengah atau satu jam setelah makan.
Perhatian : Khusus bagi wanita hamil, atau mereka yang sedang merencanakan kehamilan, dan ibu menyusui wajib berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat ini. Bagi mereka yang menderita gangguan ginjal atau demam kelenjar harap berhati-hati dalam mengonsumsi obat ini. Merk Obat Antibiotik Untuk Sipilis Di Apotik | Obat Sipilis Ampuh | Obat Sipilis Ampuh
Efek Samping : Perut terasa mual, diare, rasa sakit pada mulut dan lidah, dan reaksi alergi. Jika Anda merasakan salah satu efek samping ini dalam kurun waktu yang lama maka segeralah kunjungi dokter Anda.
Kemasan : 10 Tablet / Strip.

2. Levofloxacin

Levofloxacin merupakan obat antibiotik sipilis yang sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit akibat infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, sinusitis, pneumonia, infeksi kulit, infeksi prostat dan infeksi jaringan lunak.

Komposisi : Levofloxacin.

Indikasi : Sipilis, infeksi saluran kemih, sinusitis maksilaris akut, pneumonia yang didapat dari lingkungan, infeksi kulit & struktur kulit tanpa komplikasi, bronkitis kronik dengan eksaserbasi akut dari bronkitis kronis, ISK, pielnefritis.

Dosis: 250-500 mg di konsumsi 1 kali sehari dalam kurun waktu 7-14 hari.

Penyajian : Hanya boleh di berikan sesudah makan.

Cara Penyimpanan : Simpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
Perhatian : Konsumsi obat ini dapat menimbulkan gangguan motorik yang mempengaruhi kemampuan menyetir, mengoperasikan mesin dsb. Pada mereka yang memiliki gangguan SSP berisiko dapat menimbulkan serangan kejang dan atau menurunkan ambang batas rangsang kejang.
Efek Samping : Kembung, insomnia, gangguan pengecapan, muntah, pruritus, ruam kulit diare, mual, vaginitis, nyeri abdomen, tidak enak badan, gelisah, gangguan tidur, tremor, urtikaria, moniliasis genital, pusing, dispepsia, anoreksia, ansietas, konstipasi, edema, lelah, sakit kepala, keringat berlebihan, leukore.
Kemasan : 10 Tablet / Blister.

3. Tetracycline

Obat antibiotik sipilis yang selanjutnya yaitu Tetracycline. Antibiotik jenis ini di gunakan untuk mengatasi penyakit akibat infeksi oleh bakteri yang peka terhadap senyawa tetrasiklin. Tetracycline tidak bisa di gunakan untuk mengobati penyakit akibat infeksi virus. Penggunaannya untuk mengobati sipilis bisa Anda lihat pada keterangan berikut ini.

Komposisi : Tetracycline HCl.

Indikasi : Infeksi akibat bakteri dan organisme lain yang peka terhadap tetrasiklin.

Dosis: 3-4 x sehari sebanyak 1 kapsul.

Penyajian : Tetracycline di konsumsi dalam keadaan perut belum terisi makanan (kosong) yaitu sekitar 1 jam sebelum makan, atau 2 jam setelah makan.

Cara Penyimpanan : simpanlah di tempat yang kering dengan suhu kamar dan terlindung dari paparan cahaya matahari langsung.

Perhatian : Tidak di anjurkan untuk di konsumsi oleh wanita hamil dan menyusui, dan bagi mereka yang mengalami gangguan ginjal dan hati.

Efek Samping : Glossitis, disfagia anoreksia, diare, mual, muntah, enterokolitis, lesi inflamasi, ruam makulopapular, eritematosa, dan fotosensitasi.

4. Ciprofloxacin Novell

Obat antibiotik sipilis rekomendasi yang terakhir yaitu Ciprofloxacin. Obat ini merupakan salah satu dari sekian banyak jenis antibiotik spektrum luas yang bereaksi kuat terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif. Ciprofloxacin dapat di gunakan untuk mematikan bakteri Treponema pallidum yang menjadi penyebab terjadinya penyakit sipilis.

Komposisi : Tiap tablet salut selaput mengandung ciprofloxacin 500 mg.

Indikasi : Untuk mengobati infeksi yang di sebabkan oleh bakteri dan kuman patogen lainnya yang peka terhadap

ciprofloxacin, antara lain infeksi pada saluran kemih termasuk uretritis, prostatitis dan serpisitis gonore. Infeksi pada saluran cerna, termasuk demam thyfoid maupun parathyfoid. Infeksi pada saluran nafas selain dari pneumonia dan streptococcus.

Dosis : Infeksi ringan – sedang saluran kemih : 2 x 250 mg sehari. Infeksi berat saluran kemih : 2 x 500 mg sehari. Infeksi ringan – sedang tulang, saluran nafas, sendi, kulit, jaringan lunak : 2 x 250 – 500 mg sehari. Infeksi berat pada tulang, sendi, kulit, jaringan lunak, dan saluran nafas: 2 x 500 – 750 mg sehari.

Prostatitis kronis : 2 x 500 mg. Infeksi saluran cerna : 2 x 500 mg sehari. Gonorrhoea akut : 250 mg dosis tunggal. Osteomielitis akut : 2 x 750 mg sehari. Untuk infeksi akut, pengobatan membutuhkan waktu 5 – 10 hari. Pada kebanyakan kasus pengobatan harus di teruskan minimal 3 hari pasca hilangnya gejala klinis.

Perhatian : Harap lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis khusus bagi penderita yang telah berusia lanjut, mereka yang pernah mengalami gangguan susunan syaraf pusat, dan penderita epilepsi.
Efek Samping : Sakit kepala, mual, peningkatan frekuensi buang gas. Segera hubungi dokter jika terjadi gejala berikut ini: Nyeri hebat akibat pembengkakan pada otot dan persendian, biasanya sering terjadi pada pasien yang telahberumur di atas 60 tahun. Reaksi alergi seperti pembengkakan di sekitar wajah dan mulut, muncul ruam di sekujur tubuh, serta kesulitan bernapas.

Baca juga >> Cara Mengobati Penyakit Sipilis